<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hardychen's Blog</title>
	<atom:link href="http://hardychen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardychen.wordpress.com</link>
	<description>Sedang Berevolusi...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Dec 2010 01:44:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hardychen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d0736c6e96d0031599ed36ee6c9f9af8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hardychen's Blog</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hardychen.wordpress.com/osd.xml" title="Hardychen&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hardychen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jika Anda Tidak Takut Mati, Apa Lagi Yang Anda Takutkan?</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/19/jika-anda-tidak-takut-mati-apa-lagi-yang-anda-takutkan/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/19/jika-anda-tidak-takut-mati-apa-lagi-yang-anda-takutkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 01:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Sedang Kupikirkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mendengar berita-berita di koran bahwa banyak orang bunuh diri karena tidak tahan dengan kehidupannya yang sekarang. Saya cukup heran, mengapa di dunia ini masih ada orang yang takut dengan kehidupan dibandingkan dengan kematian. Mungkin saya masih belum melihat kengerian dari kehidupan yang sebenarnya, yang telah membuat mereka takut dan memutuskan untuk mati. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=85&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering mendengar berita-berita di koran bahwa banyak orang bunuh diri karena tidak tahan dengan kehidupannya yang sekarang.<br />
Saya cukup heran, mengapa di dunia ini masih ada orang yang takut dengan kehidupan dibandingkan dengan kematian.</p>
<p>Mungkin saya masih belum melihat kengerian dari kehidupan yang sebenarnya, yang telah membuat mereka takut dan memutuskan untuk mati.<br />
Tapi mungkin juga mereka belum melihat bagaimana setelah mati, apakah keadaan mereka akan jauh lebih baik dibanding kehidupan di dunia.? Bisa lebih baik bisa lebih buruk. Tidak ada yang tahu.</p>
<p>Terkadang memang selalu ada godaan untuk &#8216;pergi&#8217;. Entah bagaimana caranya perasaan itu muncul dengan sendirinya.</p>
<p>Hidup memang tidak dipungkiri amat sulit, setidaknya bagi saya yang sudah banyak mencicipi penderitaan dalam hidup. Terkadang saya merasa saya tidak cukup beruntung. Saya punya banyak kekurangan, dan oleh karena itu saya jadi punya banyak kesulitan.</p>
<p>Saya sempat berpikir seperti orang-orang itu, mungkin kematian adalah jalan terbaik. Namun pada saat itu saya benar-benar takut mati, dan ketika perasaan takut mati itu perlahan-lahan hilang, saya malah berpikir kenapa saya harus buru-buru? Padahal pada akhirnya saya akan mati juga. Kenapa saya tidak main-main dulu di dunia ini. Kenapa saya tidak melepaskan semuanya. Semua tekanan batin yang melilit saya.</p>
<p>Memang kalau dipikir secara logis, rasa sakit adalah milik kita, namun jika seandainya rasa sakit adalah milik kita, mengapa kita menderita karenanya, mengapa kita tidak memiliki kontrol atas sesuatu yang kita anggap milik kita.<br />
Maka dari itu saya berpikir bahwa rasa sakit itu bukan milik saya, begitu juga dengan rasa senang, bahagia, semuanya bukan milik saya. Jadi mengapa saya perlu cemas?<br />
Saya hanya perlu mencari cara menggunakan pikiran saya &#8216;membereskan&#8217; segala macam tetek bengek itu.</p>
<p>Saya yakin, suatu hari nanti saya akan menemukan cara. Saya amat yakin. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=85&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/19/jika-anda-tidak-takut-mati-apa-lagi-yang-anda-takutkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerinduan</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/16/kerinduan/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/16/kerinduan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 01:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Hidup diantara 2 dunia, pikiran merasa bingung mana tempat yang lebih baik. Dunia disini bukanlah dunia seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Dunia ini berada di dalam pikiran. Dunia pertama penuh dengan materialisme, excitement, huru-hara, aktivitas, semangat, perjuangan, juga penderitaan, kesedihan, kekecewaan, harapan, kesulitan, kekhawatiran. Dunia ini adalah tempat yang kita tinggali selama ini. Dunia lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=81&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup diantara 2 dunia, pikiran merasa bingung mana tempat yang lebih baik.<br />
Dunia disini bukanlah dunia seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.<br />
Dunia ini berada di dalam pikiran.</p>
<p>Dunia pertama penuh dengan materialisme, excitement, huru-hara, aktivitas, semangat, perjuangan, juga penderitaan, kesedihan, kekecewaan, harapan, kesulitan, kekhawatiran.<br />
Dunia ini adalah tempat yang kita tinggali selama ini.</p>
<p>Dunia lainnya penuh dengan ketenangan, menyegarkan, tanpa beban, damai, indah, dan mungkin abadi.</p>
<p>Setelah merasakan banyak hal dari pengalaman di dunia pertama, ada sakit ada senang, ada bahagia ada sedih, pikiran lama-lama menjadi lelah. Meskipun begitu pikiran ini tetap tidak mau berhenti, selalu bekerja, bergerak, dan liar.<br />
Tapi pikiran ini uga cukup beruntung karena pernah merasakan bagaimana kedamaian di dunia lainnya.</p>
<p>Sekarang pikiran ini mulai menimbang-nimbang, mana yang lebih baik, dimana ia harus tinggal.<br />
Jawaban bagi sebagian orang sangat jelas, dunia kedua adalah tempat yang menenangkan, namun selalu sulit untuk kembali ke &#8216;rumah yang tenang&#8217; disaat pikiran ini setiap hari dicekcoki dengan segala macam pemikiran duniawi.</p>
<p>Ada kerinduan, ada godaan. Setiap kali pikiran ini berhenti, selalu ada hal yang membuatnya kembali merasa rindu, yaitu ingatan masa lalu, masa-masa bahagia, yang terus menerus menggodanya untuk bermain api dan terbakar di dalamnya.</p>
<p>Kerinduan seperti itu tidak bagus.<br />
Dan saya harus mencari cara untuk mengatasinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=81&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/16/kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Seperti Naik Sepeda Motor Di Jalan Raya</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/hidup-seperti-naik-sepeda-motor-di-jalan-raya/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/hidup-seperti-naik-sepeda-motor-di-jalan-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 14:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kedengarannya aneh. Memang aneh, tapi memang mirip. Saya tidak suka mengendarai sepeda motor di jalan raya. Sama halnya dengan kehidupan. Mungkin bisa dibilang saya benci dan muak pada kehidupan. Sampai taraf mana kebencian itu masih belum bisa saya pastikan, karena ada juga hal-hal menyenangkan dalam hidup ini. Mengapa saya tidak suka mengendarai sepeda motor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=77&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kedengarannya aneh.<br />
Memang aneh, tapi memang mirip.</p>
<p>Saya tidak suka mengendarai sepeda motor di jalan raya. Sama halnya dengan kehidupan. Mungkin bisa dibilang saya benci dan muak pada kehidupan. Sampai taraf mana kebencian itu masih belum bisa saya pastikan, karena ada juga hal-hal menyenangkan dalam hidup ini.</p>
<p>Mengapa saya tidak suka mengendarai sepeda motor di jalan raya?<br />
Yang pertama karena sepeda motor adalah kendaraan terbuka, sehingga setiap hari saya selalu harus menghirup asap kendaraan bermotor ditambah dengan debu. Kedua, wajah saya menjadi cepat kotor. Ketiga jalanan di Indonesia selalu banyak lubang yang sering membuat saya kewalahan. Keempat, naik sepeda motor jauh lebih besar resiko celaka dilanggar dibanding naik mobil. Kelima, meskipun saya sangat berhati-hati, orang lain tidak, akibatnya saya sering harus berjibaku ketika bertemu supir edan ataupun sesama pengendara motor yang seenak udelnya memotong jalur orang lain.</p>
<p>Seperti itulah penderitaan naik sepeda motor!<br />
Merepotkan dan berbahaya.<br />
Seperti itulah juga hidup saya! Banyak rintangan dan memeras emosi dan pikiran saya.<br />
Saya sering berpikir alangkah enaknya menjadi bhikkhu di hutan. Nggak perlu repot mikirin segalan tetek bengek kehidupan.<br />
Pertanyaannya, bisakah saya menjadi &#8216;bhikkhu&#8217; di belantara kota yang semerawut dan penuh masalah ini?</p>
<p>Entahlah.<br />
Kadang saya berpikir kok serius amat sih. Kalo memang gak mampu ya biarin, kalo mampu ya bagus. Kalo tidak ada solusi ya mampus, kalo ada solusi ya baguslah.<br />
He&#8230; emang sih, tapi kalo semua urusan adalah punya sendiri, gak ada hubungannya dengan orang lain ya enak. Masalahnya hidup saya selalu terkait dengan hidup orang lain.</p>
<p>Bos saya selalu menekankan agar pekerjaan diselesaikan, tidak mau tau hambatan apa yang sedang saya alami. Teman-teman terlalu berharap pada saya, sehingga jika saya tidak membantu saya dianggap orang jahat. Keluarga juga selalu mendukung apa yang saya lakukan, namun harapan mereka berubah menjadi beban dalam hati saya.<br />
Oh, ternyata hidup ini begitu rumit. Bisakah saya menyederhanakannya?</p>
<p>Harusnya bisa. Dan pastinya ada yang harus dikorbankan. Tidak bisa selama-lamanya saya selalu memikirkan orang lain, apalagi saya termasuk orang yang kurang peduli bahkan pada diri sendiri. Dengan kondisi seperti itu cemana pula kok malah mau ngurusin urusan orang lain.</p>
<p>Hah&#8230; nampaknya kali ini saya harus belajar seni cuek, acuh tak acuh, dan memanggil kembali diri saya yang dulu, yang selalu penuh dengan semangat dan antusiasme.</p>
<p>SEMANGAT !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=77&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/hidup-seperti-naik-sepeda-motor-di-jalan-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prasangka</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/prasangka/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/prasangka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 00:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, disaat saya menunggu dengan was-was panggilan via Yahoo Messenger melalui seseorang, saya sempat berpikir untuk selamanya memblok orang tersebut supaya dia tidak bisa lagi melihat saya online. Pikiran saya dipenuhi segala macam prasangka bahwa dia adalah orang sombong, orang yang materialistis, dan lain sebagainya. Disatu sisi saya ingin dia tahu bahwa saya tidak lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=75&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, disaat saya menunggu dengan was-was panggilan via Yahoo Messenger melalui seseorang, saya sempat berpikir untuk selamanya memblok orang tersebut supaya dia tidak bisa lagi melihat saya online.<br />
Pikiran saya dipenuhi segala macam prasangka bahwa dia adalah orang sombong, orang yang materialistis, dan lain sebagainya.</p>
<p>Disatu sisi saya ingin dia tahu bahwa saya tidak lagi membutuhkan dia. Dia boleh melupakan saya dan dia boleh tidak khawatir akan apapun. Disisi lainnya suara hati saya berkata supaya saya jangan terlalu banyak berprasangka dan menunggu jawaban yang lebih pasti.</p>
<p>Akhirnya saya menunggu, dan muncullah panggilan itu.<br />
Saya sedikit terkejut, namun saya tetap membalas panggilan itu.</p>
<p>Akhirnya terjadilah pembicaraan. Pada awalnya kata-kata yang saya ucapkan terasa tidak pas. Saya canggung dan kata-kata yang saya ucapkan terkesan terlalu bombastis ataupun terlalu sok, saya tidak mengerti persis bagaimana menggambarkannya, namun pada saat itu saya telah melakukan beberapa blunder.</p>
<p>Pada akhirnya saya menceritakan banyak rahasia kepadanya, saya juga tidak tahu mengapa. Mungkin dalam lubuk hati yang paling dalam saya ingin dia tahu bahwa saya menderita. Pathetic.<br />
Semenjak itu emosi saya bergolak. Ketenangan yang saya rasakan melalui meditasi hilang seperti asap. Saya lupa segalanya, dalam hati hanya ada kemarahan, penyesalan, tekanan pekerjaan, dan kesombongan.</p>
<p>Saya mulai kehilangan keseimbangan sampai pada saat saya menulis artikel ini. Saya memiliki banyak kekhawatiran mengenai respon orang lain, saya punya pikiran tentang bagaimana seharusnya pekerjaan ini diselesaikan, saya juga punya kekhawatiran atas janji yang secara serampangan telah saya ucapkan kepada orang lain. Otak saya terasa penuh dan rasanya ingin pecah.</p>
<p>Saya permisi pulang untuk menenangkan pikiran saya.<br />
Saya mencoba untuk bermeditasi namun saya selalu gagal, seolah-olah saya sudah lupa bagaimana caranya.</p>
<p>Sampai detik ini, saya masih &#8216;menderita&#8217;. Saya kembali dikalahkan oleh diri saya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=75&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/14/prasangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investigasi Diri Sendiri &#8211; 13 December 2010</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/13/investigasi-diri-sendiri-13-december-2010/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/13/investigasi-diri-sendiri-13-december-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 01:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, keluar dari rumah saya lekas menuju ke jalan selat panjang untuk membeli sarapan pesanan dari teman kantor saya. Namun saya salah memperhitungkan waktu, sehingga pada saat saya tiba, kiosnya belum buka. Teman kantor yang memesan tersebut kebetulan sedang hamil, dan orang bilang bahwa wanita hamil yang sedang ngidam harus dipenuhi permintaannya. Saat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=73&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, keluar dari rumah saya lekas menuju ke jalan selat panjang untuk membeli sarapan pesanan dari teman kantor saya.<br />
Namun saya salah memperhitungkan waktu, sehingga pada saat saya tiba, kiosnya belum buka.<br />
Teman kantor yang memesan tersebut kebetulan sedang hamil, dan orang bilang bahwa wanita hamil yang sedang ngidam harus dipenuhi permintaannya.<br />
Saat itu tidak terpikir oleh saya untuk menunggu karena saya tidak suka menunggu, selain karena abang penjual sendiri dalam penilaian saya bukan orang yang ramah. Jadinya saya langsung mengarahkan motor ke kantor.<br />
Saat itu yang ada dalam diri saya hanya pikiran mengenai diri saya sendiri, bagaimana merasa bosan dan tidak nyamannya jika saya harus menunggu disana. Tidak pernah terlintas pemikiran untuk melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain.<br />
Nampaknya latihan saya masih membutuhkan waktu untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>Apa yang lebih dari diri saya adalah ego, dan apa yang kurang dari diri saya adalah jiwa sosial untuk membantu orang lain.<br />
Saya bisa saja memaksakan diri untuk membantu orang lain, namun apakah itu akan menjadi diri saya yang sebenarnya?<br />
Mungkin saya masih belum menyadari sepenuhnya kebahagiaan dari metta. Namun saya sangat antusias untuk terus melatihnya.</p>
<p>Cerita lain, pada pagi harinya ketika saya sampai di kantor, saya tidak telat.<br />
Ini menunjukkan memang tadi saya berangkat kepagian, sehingga tidak heran kalau kios itu belum buka.</p>
<p>Saya hidupkan komputer, lalu yang terpikir pertama adalah menghidupkan Yahoo Messenger.<br />
Ada seseorang yang saya harapkan dan juga sangat saya rindukan disana. Disisi lain ada juga perasaan takut, bagaimana jika harapan saya terbukti tidak terkabulkan.<br />
Ada perasaan khawatir disana, ada juga perasaan sakit.</p>
<p>Mungkin seperti kata Ajahn Chah, saya seperti seseorang yang sedang mengngkut sebuah batu besar sepanjang perjalanan. Seseorang menasehati saya untuk meletakkan batu itu, namun saya menolak dengan alasan jika saya melakukannya maka saya tidak akan mendapatkan apa-apa. Beberapa kali orang tersebut meminta saya menurunkannya namun saya tetap bandel dengan alasan yang sama, bahwa saya tidak ingin kehilangan apapun.</p>
<p>Saya seperti orang bodoh, namun saya sendiri bukannya tidak menyadari hal itu.<br />
Ajahn Chah mengatakan bahwa seseorang perlu menangis setidaknya 3 kali sebelum mengerti dan berhasil.<br />
Saya tentunya sudah &#8216;menangis&#8217; lebih dari 3 kali.</p>
<p>Sekarang ini apa yang saya rasakan adalah campuran antara semua perasaan itu. Perasaan kecewa dan sedih itu masih ada, namun sebaliknya perasaan terbebas dari semua itu juga mulai timbul.<br />
Saya seperti berada di tengah-tengah medan perang, dan saya tidak tahu bagaimana hasil peperangan yang akan menentukan bagaimana kedepannya saya bersikap.</p>
<p>Satu-satunya hal yang membuat saya merasa sedikit tenang adalah nafas saya. Meskipun saya tidak selalu bisa memfokuskan pikiran pada nafas saya, namun setiap kali saya melakukannya saya merasa semakin tenang, dan kebahagiaan yang saya rasakan &#8216;citarasa&#8217;-nya berbeda.<br />
Bisa dikatakan kebahagiaan tersebut tidak menguras emosi saya. Ini adalah hasil meditasi yang saya latih, namun saya belum boleh berbicara banyak mengingat meditasi yang saya latih belum sampai tahap yang memungkinkan saya untuk bicara banyak mengenai hal itu.</p>
<p>Saya terus berpikir dan mencari, dimana sebenarnya penderitaan itu berada. Apakah penderitaan itu milik saya? Bagaimana saya menghadapinya?<br />
Semakin &#8216;mencari&#8217; saya semakin &#8216;tidak tahu&#8217;. Saya melihat kekosongan dan pada akhirnya penderitaan itu luntur.<br />
Tapi itu tidak bertahan lama, segera setelah saya berhenti mencari, penderitaan itu muncul lagi sedikit demi sedikit.<br />
Saya merasakannya karena mungkin indera saya menjadi begitu sensitif.<br />
Saya mendapatkan pengalaman baru, saya sedikit menyadari kebodohan pikiran, dan saya mulai perlahan-lahan mengatasinya, bukan dengan menghancurkannya, namun dengan memberinya perhatian.</p>
<p>Meskipun &#8216;dia&#8217; datang lagi dan lagi, saya selaku tuan rumah harus selalu &#8216;menjamu&#8217;-nya lagi dan lagi.</p>
<p>Setiap kali saya lupa &#8216;menjamu&#8217;-nya, saya merasa &#8216;dia&#8217; perlahan-lahan akan kembali menguasai &#8216;rumah&#8217; saya.</p>
<p>Jika diibaratkan, saya merasa bahwa &#8216;dia&#8217; sebagai agressor tidak seharusnya &#8216;dihancurkan&#8217;, melainkan kita harus membiarkannya &#8216;menghancurkan&#8217; kekosongan. Karena hanya dengan demikian dia akan berhenti datang, karena sudah tidak ada lagi yang bisa dihancurkan.</p>
<p>Saya masih belum sampai ke ujung jalan, saya masih belajar. Maka kali ini saya menulis untuk mengingatkan diri saya sendiri, setiap pelajaran yang saya terima, semoga berguna terutama bagi diri saya di masa yang akan datang.</p>
<p>Yang perlu saya lakukan adalah endure, bertahan dan selalu mengingat siapa diri saya sebenarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=73&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2010/12/13/investigasi-diri-sendiri-13-december-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pecinta = Pedagang ?</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2009/08/21/pecinta-atau-pedagang/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2009/08/21/pecinta-atau-pedagang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 09:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Sedang Kupikirkan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda sedikit penasaran melihat judul dari artikel ini. Pecinta kok disamakan dengan pedagang ? Yah&#8230; beberapa hari belakangan ini saya terus berpikir. Kalo orang sudah kasmaran, maka mereka saling mengikat pasangannya. Tentunya orang yang sudah berpacaran atau menikah tidak akan sebebas pada saat ia masih single. Saya cinta kamu, kamu cinta saya. Kamu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=66&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mungkin Anda sedikit penasaran melihat judul dari artikel ini. Pecinta kok disamakan dengan pedagang ?</p>
<p style="text-align:justify;">Yah&#8230; beberapa hari belakangan ini saya terus berpikir. Kalo orang sudah kasmaran, maka mereka saling mengikat pasangannya. Tentunya orang yang sudah berpacaran atau menikah tidak akan sebebas pada saat ia masih single. Saya cinta kamu, kamu cinta saya. Kamu dan saya tidak boleh cinta orang lain, karena kalau sampai itu terjadi itu artinya menyalahi kontrak alias selingkuh !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sinilah timbul pertanyaan di kepala saya. Apakah cinta itu bisa berjalan satu arah saja? Apakah untuk menerima cinta dari orang lain kita juga harus memberi?<br />
Tentu saja kebanyakan akan menjawab ya, meskipun ada juga individu tertentu yang benar benar mencintai tanpa mengharapkan balasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, jika memang seperti ini bukankah kebanyakan orang sudah secara sadar ataupun tanpa sadar menganggap cinta sebagai barang dagangan?<br />
Tentu saja saya tidak bermaksud mengecilkan arti cinta yang sebenarnya. Saya hanya mengatakan bahwa banyak orang yang  baik sadar atau tidak sadar menganggap cinta sebagai barang dagangan. Tetapi ada juga orang orang tertentu (yang menurut saya jumlahnya sangat sedikit) yang benar benar memberikan segala-galanya kepada orang yang dia kasihi tanpa mengharapkan balasan apapun. Orang yang seperti itu lebih pantas disebut sebagai dermawan, bukan pedagang. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, apakah Anda termasuk dermawan atau pedagang?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya?<br />
Boleh dibilang saya adalah dermawan sekaligus pedagang. Jika orang tersebut mampu membayar dan bersedia membayar, saya akan terima. Namun jika sebaliknya, maka saya tidak berkeberatan untuk memberikannya cuma cuma. haha</p>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Yang benar saja</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">kenapa bs begitu</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=66&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2009/08/21/pecinta-atau-pedagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta atau Nafsu?</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2009/04/23/cinta-atau-nafsu/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2009/04/23/cinta-atau-nafsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 09:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Sedang Kupikirkan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang cinta dan nafsu itu sama, ada yang bilang hal itu berbeda. Lalu yang manakah yang benar? Mungkin semua orang merasa benar. Haha.. Orang tidak bisa membedakan mungkin karena orang tersebut hanya merasakan 1 hal saja yaitu nafsu saja atau cinta saja, sedangkan orang yang berpendapat bahwa hal tersebut berbeda, cenderung pernah merasakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=60&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="Cinta Nafsu ?" src="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/stock_Photos/572539_blog.jpg" alt="" width="240" height="240" />Ada yang bilang cinta dan nafsu itu sama, ada yang bilang hal itu berbeda. Lalu yang manakah yang benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin semua orang merasa benar. Haha..</p>
<p style="text-align:justify;">Orang tidak bisa membedakan mungkin karena orang tersebut hanya merasakan 1 hal saja yaitu nafsu saja atau cinta saja, sedangkan orang yang berpendapat bahwa hal tersebut berbeda, cenderung pernah merasakan kedua jenis perasaan itu dan membedakannya satu satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian perlu juga dipikirkan, kalau kedua hal itu adalah hal yang sama, mengapa bahasanya berbeda? Mengapa diciptakan kata yang berbeda untuk satu hal yang sama?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah hanya sekedar bahasa yang mubazir layaknya kata papa, bokap, dan ayah?</p>
<p style="text-align:justify;">Yah&#8230; mungkin saja. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pandangan saya pribadi, tentu cinta dan nafsu itu berbeda. Yap, &#8216;mungkin&#8217; karena saya pernah merasakan perbedaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak sedang membahas mengenai cinta orang tua kepada anak ataupun cinta manusia terhadap alam/lingkungan, karena disini saya akan mempersempit pokok bahasannya yaitu cinta/asmara.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pandangan saya secara pribadi apa yang dimaksud dengan cinta yang sebenarnya adalah keinginan untuk saling membahagiakan, saling memperhatikan, saling menghargai, tidak saling mengekang, tidak posesif dan orientasi utamanya tentunya bukan orientasi seksual.</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin murni kadar cinta seseorang semakin kecil kadar nafsu yang terkandung di dalamnya. Dalam artian pihak yang mencintai hampir tidak memiliki nafsu apapun terhadap orang yang dicintainya selain nafsu/keinginan untuk membahagiakan pasangannya. Orang seperti itu sangat sulit untuk menjadi posesif, sangat sulit untuk menjadi cemburu, dan sangat sulit untuk berpikir &#8216;kotor&#8217; tentang pasangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tentu saja cinta yang sangat murni seperti itu sangatlah jarang. Kebanyakan yang terjadi sekarang ini adalah cinta yang bercampur dengan nafsu, atau hanya sekedar nafsu doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada orang melihat cewe cantik, kemudian gairahnya meningkat, bulu kuduknya berdiri dan yang lainnya juga berdiri (you know what I mean.. LoL), itu jelas adalah nafsu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat alami nafsu adalah ketika keinginan itu semakin besar dan tidak terpenuhi, maka pikiran akan menjadi tidak tenang. </p>
<p style="text-align:justify;">Dan jika pikiran terlalu goyah dan tidak terkendali lagi, maka bisa jadi akan mengarahkan orang tersebut untuk melakukan perbuatan yang buruk. </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">So&#8230; dalam hidup, manusia umumnya dikuasai oleh nafsu. </p>
<p style="text-align:justify;">Seperti anak kecil yang disogok dengan bonbon (permen) dan oleh karenanya bersedia melakukan hal hal yang  tidak baik, begitu juga halnya dengan pikiran manusia. Kenikmatan/kebahagiaan sesaat adalah alat kontrol yang efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu siapa yang mengontrol diri manusia? Tidak ada yang bisa disalahkan selain diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang sulit dipercaya, sebuah sistem dibuat untuk menjamin keberlangsungan hidup namun disisi lain terkadang sistem itu juga menghambat kemajuan diri sendiri dan menjadi destruktif pada saat sistem itu tidak stabil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem yang terdiri dari pikiran/perasaan/keinginan/nafsu manusia itu berjalan secara autopilot pada saat empunya malas untuk mengendalikan &#8216;pesawat&#8217;nya sendiri. Dalam bahasa yang lebih sederhana, manusia cenderung membiarkan sistem/nafsunya yang memerintah ketimbang dirinya sendiri yang mengambil alih kemudi hidupnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada satu saat dimana sistem &#8220;autopilot&#8221; itu sudah membuat hidupnya hancur, barulah sang empu tersadar dari tidur panjangnya, dan pada saat ia kembali berusaha mengambil alih kemudi hidupnya, ia tidak lagi terbiasa mengemudikan &#8216;pesawat&#8217;nya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, sebagai manusia kita harus menyadari keberadaan nafsu. Tidak berusaha menghilangkannya melainkan hanya mengenalinya dan tidak membiarkannya mengambil alih dirimu sepenuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Orang yang kuat adalah orang yang pikirannya selalu waspada dan disertai semangat yang kuat untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Orang yang kuat adalah orang yang penuh cinta (dalam arti sebenarnya). </p>
<p style="text-align:justify;">Dan cinta itu dimulai dari diri sendiri. Kendalikan hidup Anda, kendalikan nafsu Anda, dan setelah Anda mampu mencintai diri sendiri, pada saat itu juga Anda bisa mencintai objek eksternal diluar diri Anda. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=60&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2009/04/23/cinta-atau-nafsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i531.photobucket.com/albums/dd356/budhis/stock_Photos/572539_blog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cinta Nafsu ?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan tentang Cinta</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2009/03/24/pandangan-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2009/03/24/pandangan-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Jenny (nama samaran) adalah seorang gadis yang sangat baik hati. Ia mempunyai hati yang lembut, dan tidak pernah segan membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesusahan. Selain itu Jenny juga adalah seorang gadis yang pintar, sehingga kecil kemungkinan orang lain bisa memanfaatkan kebaikan hatinya. Alex (juga nama samaran) adalah teman dekat Jenny. Alex mempunyai perasaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=56&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jenny (nama samaran) adalah seorang gadis yang sangat baik hati. Ia mempunyai hati yang lembut, dan tidak pernah segan membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesusahan. Selain itu Jenny juga adalah seorang gadis yang pintar, sehingga kecil kemungkinan orang lain bisa memanfaatkan kebaikan hatinya.</p>
<p>Alex (juga nama samaran) adalah teman dekat Jenny. Alex mempunyai perasaan yang teramat dalam pada Jenny<br />
Tidak butuh waktu lama baginya untuk yakin bahwa ia telah jatuh cinta kepada Jenny. Seperti yang umumnya dilakukan pria lainnya, Alex mengutarakan perasaannya kepada Jenny dan meminta Jenny untuk menjadi kekasihnya.</p>
<p>Namun saat itu Jenny hanya menganggap Alex sebagai teman. Tidak lebih dari pada itu.<br />
Jenny tahu bahwa tindakan penolakan akan membuat salah satu teman dekatnya menjadi sedih dan kecewa, namun Jenny juga tidak ingin berbohong kepada siapapun, tidak kepada Alex ataupun kepada dirinya sendiri. Maka Jenny tidak dapat mengabulkan keinginan teman dekatnya.</p>
<p>Alex merasa sedih dan kecewa. Ia tidak pernah tersenyum lagi. Ia selalu murung. Pekerjaannya mulai berantakan, dan semenjak hari itu ia berusaha menjauhi Jenny. Namun Jenny tidak bisa membiarkan temannya terus menerus sedih dan menderita seperti ini. Jenny selalu berusaha untuk menemui Alex agar bisa menghiburnya dan sekaligus memberikan pengertian dan nasehat padanya.</p>
<p>Namun Alex tidak ingin bertemu dengan Jenny. Setiap kali ditanya, Alex hanya bisa terdiam. Sampai satu hari akhirnya Alex tidak tahan dan berkata kepada Jenny : “Jangan dekati aku. Jangan juga berbicara denganku lagi. Aku berharap bisa pergi dari tempat ini. Aku berharap aku bisa pergi jauh darimu. Bukan karena aku membencimu, tapi karena aku selalu menderita ketika melihatmu atau mendengarmu berbicara.<br />
Kamu adalah orang yang sangat baik, orang yang sangat aku kagumi dan sangat kusayangi. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu membuatku merasa semakin sayang padamu, dan setiap kali melihatmu akan membuat perasaanku semakin kuat. Kenyataan bahwa kita tidak bisa bersama telah membalik kebahagiaan itu menjadi rasa sakit yang juga berlipat lipat.<br />
Aku tahu kamu tidak salah. Namun aku memohon padamu, bantulah aku… jangan biarkan perasaanku terhadapmu bertambah dalam, dan jangan lagi berbicara padaku. Lambat laun aku akan segera mencari cara untuk pindah dari tempat ini”.</p>
<p>Jenny hanya tersenyum dan kemudian berkata : “Hanya dirimu yang bisa membantu dirimu sendiri. Kamu harus mencari cara untuk memperbaiki cara pandang dan cara berpikirmu itu.<br />
Aku tidak akan pergi darimu, aku akan tetap peduli padamu karena seperti itulah aku dan akan tetap seperti itu caraku memperlakukan temanku.<br />
Jika kamu menderita karena kepedulianku, seperti yang kamu bilang.. itu bukan salahku. Yang menyakiti dirimu adalah dirimu sendiri. Yang mengizinkan penderitaan tetap tinggal di pikiranmu juga adalah dirimu sendiri.<br />
Sebagai seorang teman yang baik aku berharap kamu bisa bertahan dengan kondisi ini. Percayalah bahwa semua butuh waktu.<br />
Mungkin ini adalah cobaan yang cukup berat untuk kamu rasakan, namun jika kamu bisa melewatinya kamu akan menjadi orang yang jauh lebih baik lagi.</p>
<p>Dan satu hal lagi, janganlah begitu pesimistis.<br />
Aku bukanlah orang yang terlalu keras dengan pendirianku, aku juga bukan orang yang terlalu lunak.<br />
Aku juga tidak akan gengsi untuk meralat keputusanku jika kurasa perlu.<br />
Jadi ada kemungkinan di masa yang akan datang aku bisa berubah pikiran. Bisa jadi aku yang akan berbalik memintamu menjadi pacarku, dan bisa juga tidak sama sekali.<br />
Semua tergantung pada aku dan juga kamu. Jadi… jangan terlalu berharap, tapi juga jangan terlalu pesimistis.<br />
Marilah kita hidup bergembira tanpa diikat harapan masa depan ataupun kenangan masa lalu. OK ??? Sampai jumpa besok.”</p>
<p>Jenny tersenyum dan kemudian pergi, sedangkan Alex hanya bisa terdiam di tempatnya berdiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=56&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2009/03/24/pandangan-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Manipulasi Pikiran?</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2009/02/07/seni-manipulasi-pikiran/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2009/02/07/seni-manipulasi-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 02:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Sedang Kupikirkan]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu salah satu teman mengakui kepada w kalau berbicara dengan w dia kehilangan segala galanya. Dia kehilangan kontrol, kehilangan wibawa dan ketenangannya karena secara tiba tiba dia mempunyai banyak hal untuk dibicarakan (atau dibocorkan) kepada w. Dan dia tidak pernah tahu apa alasannya?!? Hooo.. don&#8217;t ask me. Karena tidak semua teman2 yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=51&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu salah satu teman mengakui kepada w kalau berbicara dengan w dia kehilangan segala galanya. Dia kehilangan kontrol, kehilangan wibawa dan ketenangannya karena secara tiba tiba dia mempunyai banyak hal untuk dibicarakan (atau dibocorkan) kepada w. Dan dia tidak pernah tahu apa alasannya?!?<br />
Hooo.. don&#8217;t ask me. Karena tidak semua teman2 yg lain mengalami hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">W gak tahu, namun semenjak pertanyaan itu muncul dan disusul dengan pertanyaan pertanyaan lainnya, w melihat seolah olah dia sedang bertanya secara halus kepada w&#8230; apakah w sedang memanipulasi dia?</p>
<p style="text-align:justify;">Hmmm..Good question.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejujurnya, w gak punya niat untuk melakukan hal itu. Tapi menurut pendapat w, mungkin hal itu terjadi secara otomatis.<br />
Contoh, pada saat kita masih kecil (balita) kita sangat jarang memberi penilaian terhadap banyak hal. Kita tidak tahu bahwa kekayaan adalah keberuntungan, begitupun juga halnya dengan kecantikan, nama baik, kemashyuran, dan lain sebagainya. Kita melihat dunia apa adanya.<br />
Namun apa yang terjadi ketika kita mulai beranjak dewasa? Perlahan lahan kita mulai belajar membedakan baik dan buruk, kaya dan miskin, cantik dan jelek, dlsbg. Apakah yang seperti ini tidak dapat disebut sebagai manipulasi? Siapa yang telah memanipulasi kita? Adalah lingkungan kita, orang tua, teman teman, tetangga, dan bahkan TV atau internet, majalah, koran, peristiwa alam, peperangan, ajaran agama dlsbg.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah salah untuk membiarkan diri dimanipulasi?<br />
Tidak. Kebodohan adalah saat kita tidak tahu apa apa atau saat kita tahu banyak hal namun kebanyakan adalah pemikiran yang salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita membela apa yang kita anggap benar, orang akan berpikir bahwa kita keras kepala, dan ketika kita menerima setiap saran yang masuk kepada kita, orang akan berpikiran bahwa kita terlalu lembek, tidak berpendirian, dlsbg. Serba salah.</p>
<p style="text-align:justify;">W pribadi gak memberi perhatian untuk komentar2 dari orang lain sejauh hal tersebut tidak merugikan w. Namun sikap w dalam hal ini adalah jika saran yang diberikan masuk akal dan dapat w terima, maka w akan secara sukarela mengakui kesalahan w. Jika hal itu dianggap manipulasi, maka w rela untuk dimanipulasi.. haha.<br />
Namun jika itu salah, biasanya w gak mau banyak ngomong&#8230; khususnya jika berhadapan dengan tipe orang yg selalu curiga dengan setiap kata-kata yg w ucapkan. Setiap kata-kata yang w ucapkan malah akan membuat kecurigaan yang lebih dalam. Yah&#8230; you know lar&#8230; human creativity gitu loh&#8230; link sana link sini akhirnya yg gak masuk akal pun jadi masuk akal. hahaha<br />
*mungkin itu sebabnya yang namanya gosip gak bener itu bisa berkembang begitu pesat.. dan mungkin itu juga sebabnya w cape kalo terus menerus berhadapan dgn org yg suka curigaan dan terlalu banyak trik politik*</p>
<p style="text-align:justify;">I don&#8217;t know if my friend is stupid enough to understand what I try to explain here.<br />
Seriously, terkadang kita butuh untuk menjadi bodoh sesaat untuk mengenali kebenaran yang ada sangat dekat dengan kita. Terkadang saking pinternya, pikiran kita berkelana terlalu jauh dan lupa asalnya dari mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Another story. W punya seorang teman yg boleh dibilang sangat cemerlang. Dia bisa menyelesaikan sebuah soal algoritma dan pemrograman yang menurut w sangat sulit hanya dalam waktu hanya 15 menit, sedangkan w udah berkutat selama 2 hari untuk memecahkan persoalan itu. Yea&#8230; I&#8217;m not smart enough to solve the problem.<br />
Lucunya, pas semester akhir dia diwajibkan untuk membuat sebuah program yang menurut w banyak aturannya dan memusingkan.<br />
Sebenarnya w males waktu disuruh liat2 source code program dia, tp krn dipaksa akhirnya w liat juga.<br />
Yah, meskipun bukan spesialisasi w, namun pada waktu itu w masih ngerti sikit sikit lar, n w mendapati bahwasannya kode kode yang dibuatnya sama sekali tidak efisien.<br />
Dalam beberapa bagian yang terdiri dari belasan baris kode, w mendapati bahwa itu sebenarnya bisa disingkat menjadi 1 baris kode saja.<br />
Bukan karena w lebih pinter dari dia, tp justru karena w lebih bodoh dan pemalas sehingga w tidak mungkin menghabiskan banyak waktu hanya untuk membuat satu fungsi seperti itu, sebaliknya w akan mencari cara tercepat untuk menyingkat semua pekerjaan w. Dan dalam kasus ini w menemukan bahwa dia tidak menggunakan fungsi built in SQL yang sudah ada, melainkan membuatnya sendiri&#8230; Rajin amat !!!<br />
Waktu ditanya kenapa dia tidak mengecek dulu SQLnya, dia bilang dia nggak menyangka sudah ada perintah untuk operasi semacam ini. Yahhh&#8230; mungkin krn pikirannya berlari terlalu kencang, sehingga banyak hal berguna yang tertinggal. entahlah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=51&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2009/02/07/seni-manipulasi-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Fiksi : Kisah Seorang Bhikkhu</title>
		<link>http://hardychen.wordpress.com/2009/01/05/cerita-fiksi-kisah-seorang-bhikkhu/</link>
		<comments>http://hardychen.wordpress.com/2009/01/05/cerita-fiksi-kisah-seorang-bhikkhu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 10:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardychen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bhikkhu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardychen.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah desa hiduplah seorang bhikkhu muda. Suatu hari seorang gadis di desa itu hamil di luar nikah. Pacarnya menghilang, lari dari tanggung jawab. Si gadis merasa malu. Kemudian untuk menutupi rasa malunya, ia menuduh bhikkhu muda tersebut sebagai ayah dari anak itu. Mendengar hal itu, bhikkhu tersebut tidak berkata apa apa. Ia tidak marah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=47&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di sebuah desa hiduplah seorang bhikkhu muda.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari seorang gadis di desa itu hamil di luar nikah.<br />
Pacarnya menghilang, lari dari tanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Si gadis merasa malu.<br />
Kemudian untuk menutupi rasa malunya, ia menuduh bhikkhu muda tersebut sebagai ayah dari anak itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar hal itu, bhikkhu tersebut tidak berkata apa apa. Ia tidak marah, juga tidak berusaha membela diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat menghujat bhikkhu tersebut, dan akhirnya bhikkhu tersebut meninggalkan biaranya dan hidup sebagai petani.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun hidup sebagai petani, dia tidak meninggalkan cara cara hidup seorang bhikkhu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabar selanjutnya adalah orang tua sang gadis tidak ingin menerima anak itu, dan setelah anak itu dilahirkan, anak itu segera diberikan kepada petani tersebut untuk dibesarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Petani tersebut menerima anak itu dan membesarkannya dengan sepenuh hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya anak itu menjadi pemuda dewasa yang sangat tenang dan berwibawa. Sang petani telah menanamkan nilai nilai positif ke dalam diri anak itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski terkadang sang anak menerima hinaan dan perlakuan tidak adil dari teman teman ataupun masyarakat di lingkungannya, ia tidak pernah merasa terganggu dengan hal itu.<br />
Dia tidak membenci, dan akan selalu berusaha menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan, meskipun tidak diminta.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu terus berjalan. Perlahan lahan masyarakat mulai bisa menerima anak itu. Cemoohan mulai berkurang, puji pujian mulai mengalir deras, namun tidak sampai menghanyutkan ego sang anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari, ibu dari anak itu kembali.<br />
Ia menemui petani yang merupakan ayah dari anak itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu itu bermaksud untuk mengambil kembali putranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan petani itupun &#8216;mengembalikan&#8217; putranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada untung rugi yang diperhitungkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun begitu, balas budi dari seorang anak tidak akan bisa dielakkan, karena tindakan itu seolah olah tidak terlihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang petani bahagia.<br />
sang anak bahagia.<br />
Sang ibu juga bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Jalan hidup setiap manusia berbeda beda. Toleransi setiap manusia juga berbeda beda. Tidak semua hal dapat ditiru dari orang lain, namun beberapa hal yang dapat ditoleransi, kenapa tidak coba dilakukan ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hardychen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hardychen.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hardychen.wordpress.com&amp;blog=5693508&amp;post=47&amp;subd=hardychen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardychen.wordpress.com/2009/01/05/cerita-fiksi-kisah-seorang-bhikkhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9160005a5a012257d2e0d26c21cc5b41?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hardychen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
