Posted by: hardychen on: December 16, 2010
Hidup diantara 2 dunia, pikiran merasa bingung mana tempat yang lebih baik.
Dunia disini bukanlah dunia seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.
Dunia ini berada di dalam pikiran.
Dunia pertama penuh dengan materialisme, excitement, huru-hara, aktivitas, semangat, perjuangan, juga penderitaan, kesedihan, kekecewaan, harapan, kesulitan, kekhawatiran.
Dunia ini adalah tempat yang kita tinggali selama ini.
Dunia lainnya penuh dengan ketenangan, menyegarkan, tanpa beban, damai, indah, dan mungkin abadi.
Setelah merasakan banyak hal dari pengalaman di dunia pertama, ada sakit ada senang, ada bahagia ada sedih, pikiran lama-lama menjadi lelah. Meskipun begitu pikiran ini tetap tidak mau berhenti, selalu bekerja, bergerak, dan liar.
Tapi pikiran ini uga cukup beruntung karena pernah merasakan bagaimana kedamaian di dunia lainnya.
Sekarang pikiran ini mulai menimbang-nimbang, mana yang lebih baik, dimana ia harus tinggal.
Jawaban bagi sebagian orang sangat jelas, dunia kedua adalah tempat yang menenangkan, namun selalu sulit untuk kembali ke ‘rumah yang tenang’ disaat pikiran ini setiap hari dicekcoki dengan segala macam pemikiran duniawi.
Ada kerinduan, ada godaan. Setiap kali pikiran ini berhenti, selalu ada hal yang membuatnya kembali merasa rindu, yaitu ingatan masa lalu, masa-masa bahagia, yang terus menerus menggodanya untuk bermain api dan terbakar di dalamnya.
Kerinduan seperti itu tidak bagus.
Dan saya harus mencari cara untuk mengatasinya.